Translate

Wednesday, October 1, 2014

Misteri Sebuah Diary

“Hoamh,” aku terbangun dari tidurku. “Kaaaak, bangun! Sudah jam setengah enam!” teriak adikku yang super cerewet itu. “Iyaaa! Kakak lagi mandi!” jawabku. Setelah mandi, aku bergegas ke bawah. Di bawah, adikku sedang makan dengan kedua orangtuaku. Aku sudah selesai makan, begitu juga Qisandra, adik perempuanku. Mama berteriak dari depan, “Ella, Ellisa sayang, bus sekolah sudah datang. Cepat!” “Ini sudah kok!”
Aku pun sampai di sekolah. Oh iya, namaku adalah Ellisa dan adikku Ella. Aku kelas 6 SD, dan adikku kelas 4 SD, jadi masih satu sekolah. Oya, aku dan adikku mempunyai bulan dan tangggal ulangtahun sama, lho! Tentunya dengan tahun yang berbeda. Oh ya, bel sekolah sudah berbunyi. Nanti dulu ya! Dadaaaah!
“San, kamu tahu enggak? Tadi ya, aku nemuin sebuah diary gitu. Tapi diarynya serem! Ada bercak darahnya, trus ada foto anak kecil yang lagi tersenyum mengerikan, rambutnya sepinggang! Hiiy takut,” jelasku panjang lebar kepada Sandy dan Melly, sahabatku.
“Diary itu?! Katanya, diary itu akan selalu muncul setiap malam, dan orang yang menemukannya akan dihantui mimpi buruk!” jawab Sandy kaget. “Benar kata Sandy Ell, aku pernah menemukannya, dan itu berhenti 1 tahun kemudian!” ujar Melly.

Antara Sahabat Dan Cinta

Namaku aulia sarah umurku 14 tahun, sekarang aku sudah smp di mtsn Cirebon 1. Disana aku mempunyai pengalaman yang tidak pernah terlupakan sampai kapanpun dengan sahabatku yang bernama wulandari, rina dan seorang lelaki yang bernama riyan.
Pada suatu hari pada saat aku dan ke dua sahabat ku sedang membeli makanan di kantin sekolah, aku dan sahabatku bertemu dengan seorang lelaki yang bernama riyan sedang duduk dan membaca sebuah buku yang berjudul “menjadi seorang yang terbaik dalam hidup”.
Kemudian, sahabat ku rina bertanya padaku “aulia lelaki itu siapa ya, kok ganteng banget?”.
“maksud kamu dia yang sedang membaca buku”.
“iya, siapa sih dia?”.
“dia itu namanya riyan dia anak kelas 9 A disini”.
“wah keren banget”.
“memang kamu benar-benar mencintai dia”.
“iya li, tapi mau tidak kalian bantuin aku dengan dia?”.
“ya, baiklah”.

Kau Yang Aku Kenang

KAU YANG AKU KENANG
Oleh Ciproet Lupz Ceprilyly

Selamanya akan memmbekas luka dalam hatiku
berkecamuk rasa tak menentu
dicintai salah,mencintaipun juga salah
terkadang ingin bebas,lepas dan terhempas
di mana tidak ada penderitaan

Tapi duniaku penuh dengan penyesalan
tetesan air mata akan kekejaman
tempat dimana aku menyayangi orang yang begitu aku cinta
kini dia meninggalkanku dengan kehidupannya yang tak perna aku tau
dia menilai keseriusanku yang tak bearti apa-apa baginya
dia adalah jarum yang menancap di hatiku

Sebuah Senyuman Yang Berakhir Dengan Air Mata

SEBUAH SENYUMAN YANG BERAKHIR DENGAN AIR MATA
Oleh Tessa

Aku diam dalam kepedihan ini
aku bisu dalam keheningan ini
ku tak rasakan kehangatan mentari
ku tak dapat rasakan hangatnya sentuhanmu

Ku tak tau apa yang aku rasakan saat ini
semua terjadi beditu saja
semua berlalu dengan cepat

Awalnya kau buat sempurna dimataku
kau buat sempurna semua
hingga aku mulai terlena dengan ini semua
aku terlena dengan hangatnya cintamu
dengan indahnya cinta, kasihmu
yang sudah ekian lama aku inginkan darimu

Selembar Puisi Untuk Kekasih

SELEMBAR PUISI UNTUK KEKASIH
Puisi Triana

Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………

Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?

Dirimu Yang Satu

DIRIMU YANG SATU
Puisi Dwi Melindawati

Andai kau tahu
Apa isi hatiku ini ?
Apa yang ku rasakan saat ini ?

Jika kau bisa merasakan
Ku mohon... balas rasa ini !
Ku mohon ungkapkan rasa yang ada di hati mu !