Namaku aulia sarah umurku 14 tahun, sekarang aku sudah smp di mtsn
Cirebon 1. Disana aku mempunyai pengalaman yang tidak pernah terlupakan
sampai kapanpun dengan sahabatku yang bernama wulandari, rina dan
seorang lelaki yang bernama riyan.
Pada suatu hari pada saat aku dan ke dua sahabat ku sedang membeli
makanan di kantin sekolah, aku dan sahabatku bertemu dengan seorang
lelaki yang bernama riyan sedang duduk dan membaca sebuah buku yang
berjudul “menjadi seorang yang terbaik dalam hidup”.
Kemudian, sahabat ku rina bertanya padaku “aulia lelaki itu siapa ya, kok ganteng banget?”.
“maksud kamu dia yang sedang membaca buku”.
“iya, siapa sih dia?”.
“dia itu namanya riyan dia anak kelas 9 A disini”.
“wah keren banget”.
“memang kamu benar-benar mencintai dia”.
“iya li, tapi mau tidak kalian bantuin aku dengan dia?”.
“ya, baiklah”.
Keesokan harinya aku dan wulan berkenalan dengannya namun riyan tidak
mudah untuk diajak berteman dengannya karena dia seorang lelaki yang
sangat memilih teman agar terhindar dari pergaulan bebas, aku dan wulan
menemui dia di halaman sekolah yang sedang membaca komik naruto. Aku dan
wulan pun akhirnya mengajak dia berteman denganku
“hay, lagi apa?”.
“siapa ya?”.
“ini aulia dan aku wulan, kami boleh duduk di sebelah kamu tidak”.
“silahkan”.
“nama kamu siapa?”.
“namaku riyan”.
“kamu anak kelas berapa?”.
“aku kelas 9 A disini”
“kamu sekarang lagi naksir sama seseorang tidak?”.
“memangnya kenapa, kok kamu mau tau banget”.
“ya, aku sih cuma mau tau aja”.
“aku sekarang jomblo”.
“kamu jomblo?”.
“iya”.
“aku boleh minta nomer hp kamu tidak?”.
“untuk apa?”.
“untuk berteman dengan mu”.
“ya, boleh ini nomernya 085990xxx”.
“terima kasih ya?”.
“ya, sama-sama”.
“kalau begitu aku ke kelas dulu ya”.
“iya silahkan”.
“sampai nanti”.
“ya”.
Sesampai di rumah aku langsung sms riyan untuk comblangin rina dengannya,
“assalamuallaikum riyan”.
“waallaikumsalam, siapa ini?”.
“ini aku aulia”.
“oh, kamu ada apa auli?”.
“kamu lagi apa”.
“aku lagi belajar untuk ulangan harian besok”.
“wah. Aku ganggu yah?”.
“nggak kok, santai aja. Memang ada apa?”.
“begini riyan ada salah satu sahabat aku suka dengan kamu, tapi dia malu untuk bilang dengan kamu”.
“memang siapa namanya?”.
“namanya rina anak kelas 9 D di sekolah”.
“oh, rina aku ingat kok wajahnya. Tapi kenapa dia suka denganku?”.
“kalau menurut dia kamu itu keren, ganteng, dan pintar jadi dia suka sama kamu. Jadi bagaimana?”.
“aku coba berteman dengan aku dulu baru aku akan memikirkan bagaimana dia dengan hati aku apakah pantas atau tidak”.
“ya, sudah”.
“iya”.
Keesokan harinya riyan menemui ku di kelas ku dia meminta untuk di
kenalkan dengan rina, aku dan riyan menuju kelas rina dan kulihat rina
sedang dengan wulan duduk di bangku sambil mengerjakan lks ski.
“rina”.
“ya”.
“ini ada yang mau kenalan sama kamu?”
“siapa namanya?”.
“ayo masuk”.
“ya ampun aulia”.
“hay, nama aku riyan nama kamu siapa?”.
“nama aku rina”.
“namanya bagus”.
“terimakasih”.
“sama-sama”.
“kata aulia kamu suka dengan aku?”
“hah, auli bilang begitu ke kamu”.
“iya”.
“aku iya, suka dengan kamu”.
“ya, sudah tapi aku ingin kita berteman dahulu baru aku akan memikirkannya”.
“baiklah”.
“ya, sudah aku ke kelas dulu dah”.
“dah juga”.
2 minggu ku lalui sudah namun pada hari senin tanggal 9 desember 2013
riyan ke kelas aku dan bilang bahwa dia suka dengan ku “aulia
sebenarnya aku suka sama kamu dari awal kita bertemu, bagaimana?”
“kok kamu suka sama aku, sebenarnya kamu itu sukanya sama rina bukan dengan aku”.
“tapi bagaimana dengan perasaan aku ke kamu?”.
“sekarang kamu ingin aku bahagia atau tidak?”.
“ya, aku ingin kamu bahagia”.
“baiklah kalau kamu ingin aku bahagia sekarang kamu harus mencintai rina”.
“baiklah kalau begitu, tapi ini karena aku ingin kamu bahagia”.
“iya”.
“sekarang aku kelas rina dulu ya?”.
“iya”.
Sesampainya riyan di kelas rina, riyan menyatakan cinta kepada rina.
Sungguh hatiku hancur dan sakit seperti sudah lemah tidak ada nafas
lagi. “rina, kamu mau tidak jadi pacar aku”.
“aku mau jadi pacar kamu riyan”.
“ye, sekarang aku minta pj ya ke kamu pajak jadian”.
“iya, boleh”.
“auli kemana?”.
“biar aku saja yang mencari”.
Wulan menemuiku di halaman sekolah, wulan “kamu sedang apa?”.
“eh, kamu”.
“kok kamu menangis”.
“aku sedih sudah menolak cinta dari riyan, karena sesungguhnya aku cinta kepadanya sejak awal bertemu di kantin?”.
“kamu yang sabar ya, sekaranga aku sangat bangga dengan mu karena kamu mau menerima riyan dangan rina”.
“karena aku mementingkan sahabat dibanding pacar”.
“terimakasih atas semuanya”.
“iya”.
Ternyata persahabatan itu lebih baik dari pada berpacaran terlebih dahulu
Sumber : www.cerpenmu.com
No comments:
Post a Comment